Ananda Yang Ekspresif Dalam Berkomunikasi

Menyayangi Sesama
14/07/2017
Guru Merdeka Belajar (Sesi Belajar Memperbaiki Diri Pendidik)
16/07/2017

Ayah Bunda,

Ananda yang ekspresif dalam berkomunikasi adalah hasil dari ananda yang memiliki interaksi 2 arah yang baik dengan orangtuanya. Ayah Bunda akan banyak menghabiskan waktu dengan memberikan kepedulian terhadap ananda. Ananda merasa nyaman mengungkapkan dirinya dihadapan Ayah Bunda. Ekspresi wajah ananda memancarkan suatu sikap antusias.

Beberapa ananda mencari perhatian dengan cara berekspresi menangis untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orangtuanya. Ketika Ayah Bunda sering membiarkannya menangis karena takut memanjakannya. Maka ananda perlahan-lahan akan berhenti mencoba menarik perhatian. Akibatnya ananda menjadi pasif dalam berkomunikasi tidak lagi ekspresif saat berkomunikasi.

Ayah Bunda cara mengenali ananda yang memiliki interaksi 2 arah yang baik adalah ananda akan bersikap memperhatikan oranglain daripada melihat dengan pandangan kosong atau acuh. Ananda akan selalu mencari kontak mata ketika berkomunikasi, karena ananda yang menyadari bahwa orang dan dunia disekitarnya lebih menarik daripada TV/Gadget.

Ananda yang ekspresif dalam berkomunikasi pembawaannya lebih tenang tapi penuh energi. Ananda suka dipeluk dan nyaman dengan kedekatan. Ananda bicara untuk mengkomunikasikan perasaan dan kebutuhannya tanpa mengganggu. Ananda lebih suka berdekatan dengan Ayah Bundanya.

Salah satu alasan mengapa ananda bisa ekspresif dalam berkomunikasi adalah karena Ayah Bunda mendengarkan ananda dengan sabar dan menanggapi upaya-upayanya untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang jelas,  sederhana, dan sesuai dengan usianya.

Ayah Bunda, beberapa orangtua seringkali mengeluhkan kesulitan memahami apa yang dikatakan oleh ananda karena ananda belum menggunakan banyak kata. Tapi, ananda yang ekspresif dalam komunikasi akan menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi tertentu untuk berbicara dengan orang disekitarnya dalam upayanya berkomunikasi dengan orang sekitarnya.

Sejak dini seringlah memberikan kesempatan pada ananda untuk menunjukan upayanya dalam berkomuniasi secara ekspresif. Ananda yang memiliki hubungan baik dengan orangtuanya sering mengadakan hubungan tatap muka secara langsung dengan Ayah dan bundanya, sehingga ananda belajar melakukan kontak mata dan membaca bahasa tubuh. Orang tua selalu bersedia mendengarkan apa yang dikatakan oleh ananda baik secara verbal maupun bahasa tubuh. Karena ananda merasa dirinya “di dengarkan”, ananda menjadi tidak ragu untuk menyampaikan perasaan, pendapatnya, dan cerita-ceritanya dalam keseharian. Dikemudian hari keterampilan berkomunikasi ini adalah hal yang penting dalam membina hubungan dengan orang lain dan karier.

 

Comments

comments

Comments are closed.