APAKAH ANAK KITA BENAR – BENAR SUDAH BELAJAR? (Memahami Makna Belajar yang Sebenarnya)

MANAKAH CARA MENDIDIK ANAK YANG BENAR?  Menanamkan ataukah Menumbuhkan? (Ulasan Seminar Parenting TK Alifa Kids)
14/12/2015
KECIL-KECIL SANTUN, Koq Bisa…?
04/01/2016

 

Ayah Bunda,

Apakah kita masih beranggapan bahwa belajar hanyalah sebatas membuka buku?

Atau sebatas duduk dan menyimak di sekolah?

Ataukah mengikuti berbagi les yang sedang trend…?

 

Proses belajar (Iqro’) :

1, Mengamati

2. Mempertanyakan

3. Mencoba

4. Menambah pengetahuan

5. Mencoba lagi

6. Merefleksi diri

7. Hingga terselesaikan sebuah masalah atau menghasilkan sebuah karya

Anak Belajar | TK di Pekanbaru | TK di Palembang | web

Ayah Bunda,

Jika diamati dari proses tersebut, adakah tahapan Menghafal di sini…?

Sama sekali tidak ditemukan, karena yang terpenting bukan pada hafalan melainkan memahami/ mengerti konsep atau logikanya dan mampu mempergunakannya.

 

Seseorang dikatakan telah belajar memasak bukan dari kemampuannya menghafal berbagai resep masakan melainkan jika telah mampu MENGHASILKAN masakan yang dapat dinikmati.

Seseorang dikatakan telah belajar ilmu penerbangan bukan dari kemampuan menghafal instrumen  menerbangkan pesawat, tetapi jika ia mampu menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan benar.

 

Ayah Bunda,

Jika demikian, masihkah relevan membebankan anak dengan berbagai pelajaran dan hafalan-hafalan?

Belajar artinya memberikan hak anak untuk memilih pelajaran yang ia sukai, mendukung dan menyediakan kesempatan, lalu memberikan feedback dari apa yang ia pelajari.

Tugas kita bersama adalah membantu anak cinta belajar. Karena anak-anak pada dasarnya SUKA belajar, tetapi mereka TIDAK SUKA jika DIPAKSA belajar.

 

Ada 8 kecerdasan yg dimiliki seorang anak

1. Visual dan imajinasi

2. Alam semesta

3. Nada dan irama (musik)

4. Kreatifitas, kecerdasan diri, mampu merasakan emosi

5. Kecerdasan aksara, senang bercerita

6. Kecerdasan relasi, aktifitas sosial, percaya diri.

7. Kecerdasan gerak tubuh

8. Angka dan logika

 

Setiap anak memiliki beberapa kecerdasan yang menonjol. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah ketidakmampuan lingkungannya memberikan dukungan, ketidakmampuan lingkungannya menumbuhkan kecerdasan yang mereka miliki.

 

Cerdas artinya ia memiliki kemampuan menyelesaikan masalahnya bahkan menyelesaikan masalah temannya, dan mampu berkarya. Kecerdasan tidak ada hubungannya dengan angka-angka di raport. Menyamaratakan kompetensi semua anak berarti kita mundur kembali kepada zaman industri yang membutuhkan lahirnya para buruh dengan kemampuan yang sama dan diatur.

 

Ayah Bunda,

Pilihan ada di tangan kita, mendukung ananda menjadi anak yang cerdas seutuhnya ataukah sekedar memperjuangkan nilai di raport?

Apakah mendukung bibit unggul yang ada pada anak, ataukah memaksa mereka sesuai kehendak orang dewasa?

Dibutuhkan kecerdasan tersendiri untuk menumbuhkan kecerdasan yang ada pada anak.

#BanggaJadiGuru   #AnakBukanKertasKosong

====

Tips Parenting | TK di Pekanbaru | TK di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.