BAHAYA PERLOMBAAN BAGI ANAK (Mental Berkompetisi vs Berkolaborasi)

GHAZI YANG CERDAS EMOSI
07/11/2016
Berapa Biaya Sekolah di TK Alifa Kids Bandung
31/01/2017

 

Ayah Bunda,

Anak-anak kita adalah jiwa untuk masa depan, bukan jiwa untuk masa sekarang apalagi masa lalu. Namun kebanyakan dari orang tua masih mendidik anak dengan proses seperti di masa lalu yang sudah terlalu jauh ketinggalan, tidak relevan, dan salah arah.

Diantara kekeliruan itu bisa kita lihat dengan masih banyaknya orang tua dan guru yang gemar mengajak anak-anak mereka ikut perlombaan-perlombaan yang tak terukur dengan jelas manfaatnya. Perlombaan dengan sesuka hati memberikan penilaian yang hanya melihat anak sebagai Objek, bukan Subjek. Perlombaan seringnya memandang bahwa anak yang hebat adalah anak dengan kualitas super dan mengabaikan kualitas KW menurut indikator penilaian yang mereka miliki.

tk-di-pekanbaru-tk-di-palembang-tk-di-bandung-web-4

Ayah Bunda,

Anak-anak kita bukan calon buruh pabrik di zaman revolusi industri, dimana saat itu memang diperlukan manusia-manusia pekerja untuk memenuhi target produksi pabrik. Jika kita masih menggunakan kacamata yang sama, lantas apa bedanya anak kita dengan robot yang saat ini banyak menggantikan pekerjaan manusia…?

Untuk inikah Ananda dididik dan dibesarkan…?

TK di Pekanbaru | TK di Palembang 2

Lalu bagaimana sebaiknya mental dan sikap orang tua serta guru dalam mengasah prestasi Ananda…?

1. Orang tua dan guru perlu memiliki KESADARAN bahwa setiap anak itu unik dan jenius. Tugas orang dewasa di sekelilingnya yang berkewajiban menemukan kekuatan diri anak. Agar mereka menjadi pribadi Terbaik dari DIRINYA SENDIRI.

2. Orang tua dan guru perlu tegas menolak ajakan-ajakan lomba yang sama sekali tak bermanfaat untuk mental anak, justru sebaliknya bahwa perlombaan sering merusak kepercayaan diri anak.

3. Orang tua dan guru perlu menyadari bahwa di masa depan bukan lagi era berkompetisi melainkan BERKOLABORASI. Anak-anak yang memiliki mental ingin MENGALAHKAN orang lain justru akan makin tertinggal dan gagal dalam hidupnya akibat pola pendidikan yang keliru dari orang dewasa di sekitar mereka.

4. Orang tua dan guru perlu menyadari bahwa anak-anak merasa bersemangat dan bersenang-senang bukan pada saat diperlombakan melainkan bermain bersama, berkolaborasi. Jika pun ada perlombaan dalam bidang olahraga tentunya sangat berbeda dengan jenis perlombaan yang lain. Di bidang olah raga alat ukurnya jelas.

5. Orang tua dan guru perlu menyadari bahwa kompetisi adalah sumber permusuhan. Anak-anak melihat peserta lain sebagai saingan yang harus dikalahkan. Hal ini merusak nilai mulia dan kemampuan berempati dalam diri anak.

tk-di-pekanbaru-tk-di-palembang-tk-di-bandung-web-3

Kami berharap para penyelenggara acara-acara untuk lebih KREATIF dan berpikir CERDAS dalam melibatkan anak-anak. Berikan mereka PANGGUNG untuk unjuk kebolehan, bukan diperlombakan karena praktek seperti ini sudah terlalu ketinggalan.

Di TK Alifa Kids kami tidak memfasilitas anak-anak untuk ikut perlombaan yang hanya memuaskan kesenangan orang dewasa. Menolak berbagai bentuk ajakan acara-acara yang sarat lomba meski hanya untuk bergembira. Siapa yang gembira, orang dewasa ataukah anak?

Namun kami memberi ruang untuk mereka unjuk kebolehan. Karena kami meyakini kecerdasan yang berbeda-beda tak layak untuk diperbandingkan dan tak patut untuk dipertandingkan.

Menilai kehebatan anak mestinya bukan dari sumber-sumber eksternal diri anak, melainkan menggali kehebatan internal mereka.

dapur-coklat-tk-di-pekanbaru-tk-di-palembang-tk-di-bandung-web5

Mari sama-sama kita ucapkan selamat tinggal kepada mental revolusi industri yang sudah beratus tahun lalu. Kita didik dan fasilitasi Ananda kita untuk menjadi manusia sukses di zaman mendatang. Zaman yang memerlukan manusia yang saling berangkulan bukan yang saling sikut.

Semoga semakin banyak orang tua dan guru yang SADAR, sehingga bersedia memberi ruang bagi anak-anak untuk menjadi yang terbaik dari diri mereka sendiri. Mustahil jika dari Sang Maha Bijaksana menciptakan manusia dengan kualitas “reject”.

Saatnya anak-anak diberi inspirasi, bukan diintimidasi…

 

Ayah Bunda,

Kami merekomendasikan buku Anak Bukan Kertas Kosong dan buku Bakat Bukan Takdir karya Bukik Setiawan. Kami harapkan buku ini dapat menjadi referensi Ayah Bunda dalam memperbaiki cara pandang dan mendidik anak-anak masa depan yang saat ini dipercayakan oleh Allah SWT untuk kita dampingi. Semoga kelak setiap proses yang pernah kita lakukan dapat menyelamatkan Ananda dan kita di kehidupan mendatang.

====

Bahaya Perlombaan | Anak Bukan Kertas Kosong | Tips Parenting | TK di Bandung | TK di Pekanbaru | TK di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.