Berapa Gaji Guru….?

Manfaat Sekolah TK – Full Day Program TK Alifa Kids
05/05/2014
Berapa Biaya Sekolah TK Alifa Kids…?
06/05/2014

Ditulisan kami sebelumnya telah membahas tentang Siapa Tim Alifa Kids, memberikan gambaran sederhana tentang tim dan bagaimana kami bekerja. Semakin menarik ketika artikel ini kami bagikan di Page Facebook TK Alifa Kids. Respon di ‘comment’ dan privat ‘chat’ mengajak kami untuk kembali membahas dengan tim tentang profesi seorang guru.

Kebanyakan yang merespon menanyakan tentang Gaji, ya… GAJI…. Kami dan tim sepakat bahwa gaji adalah perkara personal dan hanya dibahas jika telah cocok untuk menjadi bagian dari tim. Selama bekerja pun gaji dibahas hanya dengan pihak SDM. Urusan gaji bukan menjadi bahan gosipan apalagi jadi bahan konflik karena satu sama lain memang diberikan gaji yang berbeda, berdasarkan skill, knowledge dan masa kerja, sama halnya di perusahaan lain.

TK Terbaik di Pekanbaru

Di sebagian sekolah gaji menjadi bahan ‘diskusi’ bahkan konflik antar tim. Tapi kami tak ingin merendahkan diri dengan bersikap seperti ini….

Dear para guru dan calon guru, tahukah bahwa profesi menjadi seorang pendidik bukan posisi yang bergengsi. Siapa yang menyebabkan hal ini terjadi..? Mari kita sama-sama BERKACA…

a. Berapa banyak dari pendidik yang tetap konsisten meningkatkan kualitas dirinya?
b. Berapa banyak dari pendidik yang bekerja menjadi seorang guru setelah menamatkan kuliah S2 seperti para guru-guru di Finlandia?
c. Berapa banyak dari pendidik yang melek terhadap perkembangan teknologi ?
d. Berapa banyak dari pendidik yang menguasai bahasa inggris (selain guru bahasa inggris) karena ilmu gratis sangat banyak dibagikan dalam bahasa inggris.
e. Berapa banyak dari pendidik yang benar-benar menguasai tahap tumbuh kembang anak?
f. Berapa banyak dari pendidik yang memperbaharui modul/ lesson plan atau cara mengajarnya?
g. Berapa banyak dari pendidik dan pengajar yang BERSIKAP layaknya seorang Pendidik dan Pengajar? (Silakan di cek, apakah status Facebooknya lebih banyak galau atau mendidik..?)

Dear para guru dan calon guru, penghargaan terhadap profesi tak bisa hanya sekedar dituntut, penghargaan akan datang jika si pemilik menunjukan sikap yang pantas untuk dihargai….
Pernahkah bunda membaca tentang Penyakit Kronis Guru..?
MuAL = Mutu Amat Lemah
KuDis = Kurang Disiplin
AsMA = Asal Masuk KelAs
KuSta = Kurang Strategi
TBC = Tidak Banyak Cara
KRam = Kurang TeRampil
TiPuS = Tidak Punya Selera
ASaM UrAT = Asal Susun Materi, Urutan kurAng AkuraT
LeSu = Lemah Sumber
WTS = Wawasan Tidak Sistematis
Diare = Di kelas Anak diREmehkan
Ginjal = Gaji Nihil JArang Akrif dan Lambat
TBC = Tidak Bisa Computer, alias Gaptek

Penyakit-penyakit tadi bisa jadi sebuah guyonan namun bisa pula cerminan dari keadaan yang sebenarnya. Kami dapatkan ini dari berbagai tulisan-tulisan dari para guru yang tersebar di blog atau pun facebook.

Selain Skill, Knowledge dan berbagai “penyakit” tadi, ada hal yang tak kalah PENTING dari kriteria seorang Guru, yakni ATTITUDE. Sikap diri ini yang sering kami temukan tak selaras dengan titel seorang guru. Banyak guru yang pintar dan pengalaman kerja yang mengesankan, namun saat interview ataupun selama proses masa training berjalan baru kelihatan sikap diri yang membuat heran. Bagaimana mungkin menjadi seorang pendidik namun bahasa tubuh, ucapan dan sikap dirinya jauh dari santun. Sering kami sayangkan…. ia ahli dalam menghandle anak, pintar dalam membuat rencana pengajaran, pandai bicara pada orang tua, namun rendah dalam sikap menghargai sesama rekan kerja. Sebagai seorang guru, yang menjadi ‘konsumen’ kita adalah anak, orang tua dan rekan kerja. Penghargaan sikap kepada mereka sama artinya dengan menghargai diri sendiri, dan sebaliknya. Kami lebih memilih tim yang memiliki Attitude baik daripada pintar dan serba bisa namun lemah dalam sikap diri…

Konsep ini kami sebut Menghargai CEO:
Customer : Anak & Orang Tua
Employee : Sesama Tim
Owner : Pemilik
Jika ada tim yang hanya ramah pada pemilik, bersiap saja untuk segera tidak bergabung lagi. Pemilik hanya peduli kepada tim yang mampu menghargai konsumen dan sesama tim. Tim yang hanya “manis” pada owner tidak ada gunanya, evaluasi SDM diprioritaskan pada perlakuannya kepada anak, orang tua dan sesama rekan.

Dear para guru, mari kita bersama buktikan dengan sikap konsisten dengan terus memperbaiki diri, agar profesi guru dapat dihargai sebagaimana mestinya. Menjadi Guru adalah Project HATI bukan sekedar urusan Sertifikasi. Tuhan Maha Adil, kita pasti akan diberikan balasan sebesar yang kita upayakan. Bagi yang belum mendapatkan gaji yang diharapkan, yuk kita sama-sama berbenah diri…

 

====

Tips TK Terbaik di Pekanbaru || TK Terbaik di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.