Guru Merdeka Belajar (Sesi Belajar Memperbaiki Diri Pendidik)

Ananda Yang Ekspresif Dalam Berkomunikasi
15/07/2017
Perhatian Pada Aksi Positif
17/07/2017

Ayah Bunda,
Di berbagai jenjang sekolah seringnya anak-anak hanya sekedar belajar kemudian hidup, bukan belajar untuk hidup. Sehingga kegiatan belajar hanya sebatas memenuhi kewajiban saja. Sekedar menambah pengetahuan.

Jika kita sering melihat pelajar berkegiatan seolah sedang belajar namun jika ditanya “apa tujuan ia mempelajari itu” maka dapat dipastikan siswa itu sendiri tak bisa menjawabnya. Bahkan pendidik sendiri pun belum tentu bisa menjawab tujuan belajarnya dengan jelas.

Kegiatan belajar seringnya tanpa tujuan, tanpa makna dan tak jelas sebenarnya sedang membangun kompetensi apa. Anak-anak mempelajari hal-hal yang jauh dari diri mereka. Kadang hanya demi tampilan yang menarik.
Sehingga wajar jika setelah puluhan tahun belajar tak merasakan manfaat belajar.

KEJELASAN AKAN TUJUAN BELAJAR menjadi salah satu siklus merdeka belajar yang tim Alifa Kids pelajari di pelatihan Guru Merdeka Belajar hari Sabtu kemarin bersama tim Kampus Guru Cikal.

Pendidik yang tak merdeka belajar (tak mampu memilih dan menetapkan tujuan) tak akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan relevan bagi anak didiknya.

Salah satu tantangannya adalah setiap pendidik (guru + ortu) perlu membudayakan berpikir kritis. Berani mempertanyakan sesuatu sebelum melakukannya. Agar setiap kegiatan berdaya guna dan tak sekedar ikut-ikutan dan sebatas rutinitas semata. Di akhir sesi kegiatan mampu mengukur pencapai-pencapai dan mengkritisi sendiri langkah-langkah yang diambil sebelumnya lalu melakukan perbaikan.

Semoga semangat merdeka belajar ini menjadi semangat bersama dari pendidik di Indonesia. Sebagai langkah nyata memperbaiki pendidikan dari diri sendiri.

 

Comments

comments

Comments are closed.