HAFAL VS KEBERMAKNAAN

Membangkitkan Keinginan Berpikir dan Menjelajah Ananda Lewat Sensasi Inderanya
02/09/2017
MENCEGAH ANANDA TANTRUM DENGAN MENJAGA KETERATURAN
03/09/2017

Ayah Bunda,

Apakah Ananda belajar dengan cara menghafal? Senangnya saat Ananda mudah menghafal apa yang diberikan kepada Ananda, karena menghafal merupakan salah satu proses berpikir.

Namun, Ayah Bunda mari kita renungkan “berapa banyak hal yang masih ingat dari hal-hal yang pernah kita hafal dulu saat belajar di masa sekolah?” Hafalan yang tidak dilakukan pengulangan biasanya tidak bisa bertahan lama dalam pikiran dan cepat menguap keluar.

Ananda akan selalu mengingat dan menghafal sesuatu yang memiliki makna personal baginya. Ananda usia dini juga dapat menemukan sendiri kebermaknaan dari hal-hal yang dipelajari dari proses eksplorasi terhadap lingkungannya.

Caranya, dengan menyediakan hal-hal kongkrit langsung pada objek belajarnya sehingga kelima panca inderanya dapat terlibat dalam proses belajar.

Dengan mengeksplor langsung objek yang menjadi pembelajaran, Ananda akan menemukan sendiri kebermaknaan belajarnya sehingga akan selalu diingat oleh Ananda, bahkan bisa memicu area berpikir kreatifnya untuk berdaya membuat karya versinya yang berhubungan dengan apa yang sedang dipelajarinya, karena hasil belajar = hasil berkarya.

Serunya, jika setiap aspek perkembangan Ananda juga dapat tumbuh maksimal lewat cara belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi Ananda.

Pengukuran pertumbuhan setiap aspek perkembangan Ananda dapat dilihat dari kumpulan karyanya. Sebelum dapat menghasilkan karya yang bermakna, Ananda perlu melewati beberapa tahapan belajar sebelumnya, sbb :

 

– Ajak Ananda mengenal objek pembelajarannya.

Menerapkan/ praktik langsung, Ananda perlu langsung behadapan dengan objek pembelajarannya dan melibatkan kelima indera dalam proses belajar.

 

– Menganalisa hal-hal kongkrit yang dekat dengannya saat belajar.

Mengevaluasi hal-hal yang telah dipelajari lewat pertanyaan reflektif yang juga dapat memicu berpikir kritis Ananda.

Ananda dapat menuangkan hal-hal yang telah dipelajari menjadi karya yang bermakna

Contoh saat Ananda mempelajari makanan sehat, yang akhirnya Ananda dapat menuangkan hasil belajarnya menjadi karya, misalnya membuat makanan sehat untuk bekalnya, mengarang lagu tentang makanan sehat, atau membuat buku cerita bergambar yang menceritakan tentang makanan sehat.

 

Dengan cara belajar yang bermakna dan menyenangkan Ananda akan terus mengingatnya apalagi hasil karyanya = hasil belajarnya, Ananda juga mampu menginspirasi bagi sesama temannya. Karena  belajar yang bermakna = berkarya yang bermakna.

Comments

comments

Comments are closed.