MENASEHATI TANPA MELUKAI HATI ANAK

((( ANAK BUKAN KERTAS KOSONG )))
24/11/2015
KEGIATAN SERU DI AKHIR SEMESTER SATU
14/12/2015

Ayah Bunda…

Pernahkah kesulitan dalam menasehati Ananda di rumah?

Terkesan ia tak mau mendengarkan, tidak ‘nurut‘ apa kata orang tuanya?

Mungkin cara menasehatinya yang kurang tepat, sehingga apa yang Ayah Bunda  sampaikan tak menyentuh pikiran dan hatinya.

Dongeng | Menasehati anak| TK di Pekanbaru | TK di Palembang | web

 

Berikut ini ada teknik sederhana yang dapat Ayah Bunda coba di rumah.

Dongeng, adalah cara paling mujarab dalam menyampaikan nasehat.

 

Berikut Tips Mendongeng:

1. Bacakan cerita yang diakhiri dengan kebahagiaan

2. Hindari membacakan cerita seram (misal: kancing yg hilang, harimau yang tersesat, ular yang buas, anak durhaka. ini semua cerita menakutkan)

3. Bacakan dengan suara yang lembut

4. Perbanyak gerak tubuh dan ekspresi wajah agar anak juga belajar tentang bahasa non-verbal

5. Selipkan nasehat yang Ayah Bunda ingin sampaikan, tanpa mengintimidasi apalagi membanding-bandingkan.

6. Hindari cerita rakyat yang bukan untuk usia anak-anak (misal: tangkuban perahu, danau toba, ini cerita untuk orang dewasa)

7. Gunakan bahasa Indonesia yang benar, “bobok” diganti dengan “tidur”.

8. Gunakan tokoh dari benda-benda terdekat anak (misal: pohon, daun, air, mobil, tanah, baju, sepatu, dll)

9. Jumlah tokoh tidak lebih dari 2 orang untuk anak berusia dibawah 4 tahun, dan maksimal 4 tokoh untuk anak diatas 4 tahun.

10. Jika Ananda terkesan tidak memperhatikan, tetaplah bercerita karena telinganya masih bisa mendengar walau ia terkesan cuek.

11. Jika di pertengahan cerita, lalu ananda ingin jalan ceritanya diganti, ikuti saja selagi tidak mengandung kekerasan. Misal : “kelincinya bukan warna putih, Ayah… tapi kuning”. Ayah boleh berimprovisasi dan mengganti dengan kelinci warna kuning.

12. Libatkan ia dalam sesi dongeng, dengan memberikan feedback atau pertanyaan. “Kambing di hutan itu kakinya ada berapa ya, nak?”. Agar ananda merasa tertarik dan mau menyimak

13. Jangan merasa putus asa jika dongeng yang disampaikan sepertinya kurang sukses. Lakukan lagi secara rutin keesokan harinya.

 

Manfaat dongeng:

1. Anak makin terlatih berimajinasi

2. Anak mampu merasakan posisi/ peran aktor-aktor dalam dongeng tersebut sehingga tumbuh empati dan menghargai

3. Menambah kedekatan orang tua dan anak

4. Nasehat dalam dongeng akan diingat pada jangka waktu yang lama karena saat dibacakan cerita, otak anak berada dalam kondisi rileks

5. Anak mengenal hal-hal baru dan kalimat/ kata baru

6. Pada saat Ayah Bunda membaca, anak akan melihat dan mencontoh sehingga timbul minat bacanya secara Natural, bukan paksaan.

7. Anak yang RUTIN didongengkan akan memiliki kemampuan mendengar diatas rata-rata. Kemampuan mendengar SANGAT diperlukan untuk ia menuntaskan pendidikan di bangku kuliah nanti dan diperlukan saat ia bekerja kelak. Kemampuan mendengar menolong seseorang dalam mengurangi sikap reaktifnya.

 

Selamat mencoba, Ayah Bunda… Yuk bantu ananda untuk pintar akal, mental dan moralnya… 🙂

=====

Tips Parenting | Dongeng | TK di Pekanbaru | TK di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.