Mengenal Panca Indera Hidung

Peduli Lingkungan Melalui Kegiatan Mendaur Ulang
31/08/2017
Ajaran Tauhid
01/09/2017

Ayah Bunda,

Indera penciuman sebagai stimulasi berbagai aspek perkembangannya.

Ayah Bunda, pasti pernah mengalami ananda usia eksplor yang sedang asiknya mengeksplorasi benda disekitarnya menjadikan inderanya sebagai coba-coba eksplorasinya juga…mengenalkan hidung sebagai bagian yang perlu dijaga dan dirawat sebagai rasa syukur kepada pencipta karena perananannya dalam menstimulasi berbagagi aspek perkembangan ananda.

Hidung merupakan alat belajar Ananda mengenal lingkungan sekitarnya juga dirinya sendiri lewat sensitifitas penciuman. Ananda jadi tahu bahwa sesuatu yang tidak nyaman saat dicium atau bau adalah hal yang perlu dihindari begitu juga sebaliknya.

Ayah Bunda kesulitan mengajak Ananda untuk mandi?

Dari mengenalkan fungsi hidung, Ayah Bunda bisa membujuk Ananda untuk rajin mandi dengan alasan “kalau sayang bunda mandi nanti tercium wangi badannya”..

“Kalau sayang bunda tidak mandi nanti sayang Bunda jadi merasa tidak nyaman dengan bau keringat”, secara tidak langsung ia belajar untuk merawat dirinya dan kesehatan badannya dari sensitifitas indera penciumannya.

Pernahkah saat sedang membaca buku, lalu ada gambar bunga didalam buku Ananda lantas menciumi bukunya. Atau, saat isi buku ada gambar tumpukan sampah lantas Ananda menutup hidungnya.

Ya… Ananda belajar mengingat, mengingat ada beberapa benda yang memiliki aroma wangi dan ada yang kurang nyaman untuk dicium. Pengalaman belajar seru lainnya adalah saat Ananda mengenal berbagai macam benda yang disodorkan dengan mata tertutup, namun Ananda dapat menebak dengan tepat benda berbau apa itu namanya.

Salah kaprah ketika menurut suatu istiadat yang pamali jika menciumi makanan sebelum dimakan, namun selera makan Ananda dimulai dari indera penciumanannya yang disebut chemosensory. Dengan begitu tidak lagi menganggap tidak sopan ya, Ayah Bunda jika Ananda mencium aroma masakan sebelum makan karena hal ini akan meningkatkan selera makan Ananda pada makanan yang disajikan.

Ananda mungkin pernah bertanya, “bunda, kok dihidung ada rambut kecil-kecilnya tapi kita tidak bersin? Padahal jika ada bulu yang dimasukan kedalam hidung kita akan bersin-bersin?

Untuk apa rambut-rambut itu diciptakan Tuhan didalam hidung bunda?”

Ananda sedang mengembangkan cara berpikir kritisnya, keliru jika mengatakan “memang sudah dari sananya, nak”..

Terkadang ada Ananda yang lantas menjawabnya sendiri “oh, mungkin hidung itu alergi dingin suka bersin-bersin, jadi dikasih Tuhan bulu atau rambut-rambut agar hangat dan tidak kedinginan”. Ada juga Ananda yang pemahamannya “oiya bunda, rambut-rambut kecil dalam hidung itu seperti bulu mata kalau ada debu/ kotoran yang mau masuk ke mata ada bulu-bulu mata yang melindungi makanya kotoran mata adanya di sekitar bulu-bulu mata ya bun?”

Jika disimpulkan pemahaman Ananda akan bagian-bagian yang ada pada hidung berbeda-beda, namun kesimpulannya adalah untuk melindungi indera penciuman, dan menumbuhkan rasa syukur Ananda bahwa Tuhan telah menciptakan indera dengan bagian-bagian penting lainnya yang saling terkait. Cara mensyukurinya adalah dengan mengenalkan Ananda pada cara menjaga, merawatnya, serta memfungsikannya dengan benar.

Comments

comments

Comments are closed.