Menjadikan Kesalahan Sebagai Momen Belajarnya

Menumbuhkan Keinginan Bertanya Pada Ananda
21/05/2017
Sopan Santun Ananda dalam Bermasyarakat
12/07/2017

 

Ayah Bunda, saat Ananda kita melakukan pilihan yang keliru dan melakukan hal yang salah, sikap kita yang langsung menyalahkan ananda akan meredupkan minat belajar dan rasa ingin tahu mereka. Pengalihan pengalaman salahnya sebenarnya bisa menjadi suatu peluang untuk belajar, disinilah serunya.

Pengalaman yang salah ini menjadi momen belajar, karena setiap pengalaman ananda baik yang keliru dan yang benar merupakan peluang ananda untuk mempelajari dunianya yang akan berdampak pada prilaku ananda dikemudian hari.

Ananda akan belajar, terutama dengan pengalamannya, ananda akan memperoleh pemahaman yang bermakna. Kesalahan ananda dalam melakukan pilihan dan jawaban akan menjadi pelajaran penting bagaimana cara menyikapi kesalahan ini menjadi momen belajarnya, dengan cara menahan diri sebagai pendidik untuk tidak mengatakan “apa kata bunda tadi..” atau “ tuh kan, seandainya tadi sayang bunda mau mendengarkan bunda…”

Dengan begitu ananda akan merasa kita sebagai pendidik lebih pintar dan bijaksana sementara ananda tidak. Tetapi, sebagai pendidik berempatilah memaknai dari kacamata ananda dalam memandang dunianya dengan penuh kelembutan bertanya apakah ada cara lain yang mungkin dapat dilakukan ananda untuk memperbaiki kesalahan atau lain waktu menghindari kekeliruan.

Ketika ananda melakukan kesalahan, misalnya saat ananda sudah diingatkan untuk tidak berlari dilantai yang licin karena ada tumpahan air, sedangkan ananda tetap berlarian menyebabkan dirinya terjatuh dan terluka secara fisik, bahkan juga dengan egonya. Yang dapat dilakukan kita sebagai pendidik peganglah tangan ananda dengan penuh perhatian, mundur, lalu berjalan berhati-hati menghindari tumpahan air.

Memberikan kesempatan pada ananda untuk membandingkan pilihan (tidak dengan dipaksakan) melalui cara yang berbeda secara kongkrit. Bahkan beberapa ananda belajar dari akibat kesalahannya tanpa perlu diingatkan. Hal ini terlihat dari kasus tumpahan air tadi, ananda memiliki cara lain: muncul inisiatif untuk mengelap dulu tumpahan air baru kemudian bisa berlari-lari dengan aman.

Ayah Bunda, penting untuk memberikan penguatan positif saat ananda melakukan dengan baik segala sesuatunya dan berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya. Agar prilaku positif dapat bertahan menjadi keyakinannya cara yang benar dalam memecahkan permasalahan dikehidupannya.

#CintaYangBerdaya
#KarakterALIFA

 

Comments

comments

Comments are closed.