MENUMBUHKAN KEGEMARAN BELAJAR PADA ANAK (Tips untuk Para Pendidik)

KEGIATAN SERU DI AKHIR SEMESTER SATU
14/12/2015
MANAKAH CARA MENDIDIK ANAK YANG BENAR?  Menanamkan ataukah Menumbuhkan? (Ulasan Seminar Parenting TK Alifa Kids)
14/12/2015

 

Rekan-rekan Pendidik,

Seperti biasanya, kami para pendidik di TK Alifa Kids secara sadar dan konsisten menambah pengetahuan dan skill dengan Belajar.

Karena memang tugas utama seorang guru adalah BELAJAR.

Jika ia belajar, pasti ia mampu mengajar. Karena tak semua yang mengajar pasti belajar.

Guru Belajar | Pelatihan Guru | TK di Pekanbaru | TK di Palembang | web

Sabtu kemarin adalah KESEMPATAN kami menimba ilmu dari Bapak Bukik Setiawan, tentang menumbuhkan kegemaran belajar. Karena untuk bisa belajar, seseorang perlu mendapatkan kesempatan belajar itu sendiri.

 

Berikut beberapa tips sederhana dalam MENUMBUHKAN kegemaran belajar pada diri pembelajar :

1. Sadari… bahwa seorang tidak menyukai belajar dari orang yang ‘ADA MAUNYA’. Maksudnya adalah, seorang pendidik tidak akan pernah sukses dalam mendidik jika pemikirannya ingin menumpahkan apa yang ada di kepalanya atau di lesson plannya. Anak membutuhkan hubungan yang tulus dan rasa aman dari gurunya. Diperlukan refleksi, tanyakan apa yang mereka ingin ketahui dan pelajari.

2. Sadari… bahwa seorang tidak suka belajar atau didekati oleh orang yang “SERBA TAHU”, menguasai/ memonopoli pembicaraan. Dibutuhkan kemampuan bertanya, bukan menjengkali mereka. Kualitas jawaban akan sesuai dengan kualitas pertanyaan yang diajukan.

3. Hukuman dan iming-iming bukanlah cara yang efektif dalam membentuk perilaku seorang anak. Justru sebaliknya, ia akan membunuh budi pekertinya (Kesadarannya). Inilah nasehat yang sudah puluhan tahun disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yang sudah lama dilupakan. Bangun kesadarannya.

4. Tugas utama seorang guru adalah BEREMPATI kepada anak didiknya, bukan memaksakan ilmu yang akan disampaikan. Pendidikan yang benar bukan yang menuntut tetapi pendidikan yang MENUNTUN.

5. Target pencapaian bukan diletakan di awal, tetapi ia adalah tujuan bersama. Artinya dibutuhkan kerjasama untuk bisa sampai ke tujuan. Jika tujuannya adalah agar anak mampu membaca, yang dilakukan bukanlah memberikan buku bacaan melainkan dicarikan cara-cara yang menyenangkan sehingga akhirnya ia mampu membaca.

6. Sudah tidak zamannya memberikan Hukuman, tetapi berikan KONSEKUENSI (sesuatu yang relevan dengan kesalahannya). Jika ia terlambat ke sekolah, maka bukan dihukum berdiri di depan kelas, tetapi berikan pelajaran tambahan karena memang ia sudah ketinggalan pelajaran. Jangan lagi memberikan perlakuan-perlakuan yang mempermalukan dan merusak harga diri seorang anak. Sekolah semestinya menjadi lembaga yang ramah pada anak, bukan yang justru membully mereka.

7. SADARI… Pendidikan yang benar bukanlah yang Menanamkan, tetapi yang MENUMBUHKAN. Anak bukanlah kertas kosong yang bisa diisi oleh orang dewasa. Menumbuhkan artinya menyediakan lingkungan yang mendukung agar tumbuh bibit unggul yang ada pada diri mereka.

 

Nah, rekan-rekan pendidik…

Demikian sedikit hal yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat dan selamat menciptakan mendidikan yang MENUMBUHKAN di sekolah masing-masing.

Selalu SADARI bahwa TUGAS UTAMA seorang guru adalah BELAJAR.

Terimakasih dan takjub untuk semangat rekan-rekan guru di TK Alifa Kids yang ikhlas dan konsisten menambah ilmu.

#BanggaJadiGuru  #GuruBelajar  #AnakBukanKertasKosong

===

Tips Mendidik | Tips Parenting | TK di Pekanbaru | TK di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.