Penyelesaian Masalah Sehari-hari Melalui Proses Belajar Reflektif

Sopan Santun Ananda dalam Bermasyarakat
12/07/2017
Sekolah Tempat Berteman Banyak
14/07/2017

Ananda belajar menghadapi penyelesaian masalah sehari-hari melalui proses belajar reflektif, lingkupnya sesuai dengan usianya. Kemampuan menghadapi tantangan di kehidupan sehari-hari diawali dengan proses belajar secara reflektif didalam diri ananda.

Saat melakukan berbagai kegiatan, dimanapun, dan kapanpun bisa bermakna jika melalui proses belajar secara reflektif. Saat berjalan-jalan ke tempat hiburan, saat menonton youtube/TV, saat dibacakan buku cerita, saat makan, saat bertemu dengan berbagai individu lain bisa menjadi sumber belajar bermakna sebagai modal pemecahan masalah atas berbagai tantangan/masalah di kehidupan sehari-hari ananda.

Ananda melihat, merasakan, dan memikirkan suatu tantangan/ masalah, kemudian dampingi ananda mengambil langkah penyelesaian terhadap tantangan/masalahnya. Melalui proses belajar reflektif ananda menjadi subjek dalam menyelesaikan tantangan/ masalahnya. Proses reflektifnya sebagai berikut:

  1. Masalah, misalnya : rebutan mainan dengan temannya
  2. Dampingi ananda menemukan kesulitan yang ditemui akibat masalah, misalnya: aku jadi bertengkar dengan temanku, tanganku jadi sakit karena tarik-tarikan mainan, mainan itu bisa rusak karena ditarik-tarik.
  3. Dampingi ananda menemukan beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah, missal : membuat perjanjian dengan teman melalui suit jepang siapa yang menang duluan main, mengambil mainan lain yang hampir sama sebagai pengganti agar mengalah tapi mendapatkan sensasi yang sama dari permainan yang hampir sama, memberikan sambil merayu teman mainan lain sambil menunggu dirinya bermain dengan mainan tersebut.
  4. Dampingi ananda mengetahui akibat dari solusinya, missal : dengan membuat perjanjian ananda jadi punya kepastian setelah temannya siapa baru gilirannya bermain, ananda jadi tidak perlu ikut rebutan mainan dan kreatif mencari mainan lain karena ada mainan pengganti yang sensasinya hampir sama dengan mainan tadi, temannya dengan sukarela memberikan mainan tanpa marah dan menangis karena diberi mainan pengganti olehnya.
  5. Jika berbagai alternatif solusi tadi tidak efektif, maka dampingi ananda lagi menemukan alternatif lainnya.

Membiasakan ananda sebagai subjek dalam penyelesaian masalah sehari-hari melalui proses belajar reflektif, akan membuat ananada dapat belajar secara bermakna sehingga perolehan pengetahuan bukan hanya sekedar tahu tapi memperoleh pengetahuan bermakna yang akan lebih berdaya dalam kehidupan ananda. Hal ini membuat ananda cakap dalam berpikir kritis, kreatif, dan terbiasa mencari berbagai solusi.

#CintaYangBerdaya

#KarakerALIFA

 

Comments

comments

Comments are closed.