PROSES BELAJAR ANANDA NADHIF (Memantik Rasa)

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Ayah Bunda,
Terkadang dalam proses mendampingi anak sehari-hari kita hanya terfokus menstimulasi kemampuan akademis dan intelektualnya saja. Kita lupa bahwa anak adalah manusia yang memiliki “jiwa”. Kita juga bertanggung jawab untuk mendidik jiwa tersebut untuk menjadi manusia yang utuh sebagaimana tuhan menciptakannya.

Dalam proses mendidik jiwa tidak ada batasan waktu singkat bahwa anak akan menunjukkan bukti perkembangannya. Hasilnya boleh jadi yang tak kasat mata, tapi dirasakan dan terlihat oleh hati orang lain.

Seperti Ananda Nadhif, dikeseharian ia selalu mengajukan dirinya untuk menjadi imam saat shalat berjamaah bersama teman di sekolah. Nadhif juga mampu mengutarakan pemahamannya tentang mengapa penting melakukan shalat berjamaah, mengerti perbuatan baik buruk dan menunjukkan sikap bersungguh-sungguh saat berdoa sebelum berkegiatan.

Ayah Bunda, memang sejatinya anak adalah pribadi spiritual. Anak secara alamiah selalu haus untuk distimulus dan dikenalkan dengan konsep ketuhanan melalui perbuatan-perbuatan konkret sehari-hari yang mudah untuk anak tiru dan lakukan.

Pendidik di Alifa Kids melakukan percakapan reflektif dari kegiatan ibadah rutin yang dilakukan bersama. Bunda guru juga memberikan story telling untuk memunculkan rasa penasaran dalam diri anak sehingga anak terlibat aktif mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan yang muncul dalam dirinya.

Untuk menumbuhkan pemahaman anak sejak dini bukan dilakukan dalam sesekali waktu atau saat kita selaku orang tua merasa ingin saja, yang dibutuhkan stimulus yang konsisten, bertahap dan berkelanjutan untuk mendampingi jiwa spiritual anak tumbuh dan berkembangan sebagaimana mestinya.

====
Karakter A.L.I.F.A
A : Amanah
L : Loyal Kepada Allah SWT
I : Inisiatif
F : Fathonah
A : Adil