Tips Komunikasi kepada Anak

Menyayangi atau Melukai Anak….?
02/09/2014
Happy Full Day Program
11/09/2014

Ayah Bunda,

Ilmu komunikasi terhadap anak memang tidak ada habisnya. Setiap masa tumbuhkembang ananda dibutuhkan trik dan tips baru agar ananda mendapat dukungan terbaik dari lingkungannya terutama orang tuanya.

TK di Pekanbaru

Berikut beberapa tips komunikasi kepada anak yang dapat Ayah Bunda coba:

1. Berikan porsi yang seimbang dalam berkomunikasi, jangan hanya berisikan larangan atau perintah saja. Orang tua akan lebih dekat kepada anak jika pandai menasehati melalui cerita-cerita dongeng yang disisipkan nasehat tanpa menghakiminya.
2. Saat melarang upayakan dalam suasana hati yang tenang. Reaksi orang tua yang marah saat anak berlaku tidak seperti yang diharapkan justeru akan mengakibatkan anak kembali mengulangi perbuatannya, anak-anak menganggap bahwa ini bagian dari perhatian orang tua. Namun sayangnya ia akan terbiasa meminta perhatian dengan cara yang kurang baik.
3. Jika ananda berlaku yang kurang baik, berikan Pertanyaan tentang sikapnya itu. Misalkan: “Sayang, adik kesakitan kalau dipukul, apa kakak tidak kasihan…?” atau “Sayang, bagaimana kalau sampahnya dibuang di tempat sampah..?”
Pertanyaan-pertanyaan tadi dapat melatih ia untuk berpikir dan empati.
4. Berikan penjelasan logis saat melarangnya. Jika anak hanya diberikan pernyataan atau perintah, ia akan terbiasa menurut atau melawan jika ia tak suka. Dengan memberikan penjelasan maka akan melatihnya untuk berpikir dan membuat keputusan.
Namun perlu perhatian khusus saat memberikan penjelasan kepada anak agar apa yang disampaikan tepat sasaran. Misalnya kepada anak ekstrovert (yang berpikir & mengambil keputusan berdasarkan pengaruh lingkungan), sebaiknya menggunakan penjelasan berupa reward. Contohnya: “Kalau ananda mau makan, nanti akan kuat bermain dan belajarnya”. Sebaliknya terhadap tipe introvert (yang berpikir & mengambil keputusan berdasarkan olah pikir sendiri), sebaiknya berikan penjelasan atau alasan yang berupa “pain”. Contohnya: Kalau ananda tidak makan, nanti lemah dan ga kuat bermain..”
Penjelasan ekstrovert dan introvert ini sedikit berbeda dengan defenisi yang diketahui umum, kami menggunakan metode STIFIn. Ayah Bunda dapat mencari info lebih lanjut tentang STIFIn.
5. Orang tua perlu memiliki kemampuan mendengar. Pada saat orang tua melihat tindakan anak yang tidak sesuai, ada baiknya bertanya dan dengarkan baik-baik alasan kenapa ia demikian. Pada saat ia memberikan jawaban mungkin orang tua akan berpikir berbeda dan lebih mampu empati pada anak, bahwa sikapnya yang tak sesuai bukan karena ia jahat, boleh jadi hasil melihat tontonan atau bahkan melihat sikap orang-orang di sekitarnya tanpa tahu maksud dari tindakan tersebut. Mampu mendengarkan dengan baik akan memberikan respon yang sesuai pula.
Semoga tips ringan ini bermanfaat ya, Ayah Bunda… Selamat mencoba

=====

Tips Parenting: TK di Pekanbaru || TK di Palembang

Comments

comments

Comments are closed.